Tampilkan postingan dengan label Muhammad Yasser. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Yasser. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2015

Opini Muhammad Yasser Rifai.

Muhammad Yasser Rifai
1113046000007
Opini Hari Pendidikan Nasional

            Tanggal 2 Mei diperingati sebagai hari pendidikan nasional. Tanggal ini menjadi tanggal yang sangat bermakna bagi kalangan siswa, guru, dan mereka yang merasakan manfaat dari pendidikan di negeri pertiwi. Pendidikan sangat penting bagi sebuah bangsa. Karena pendidikan di suatu negara menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa.

            Saat ini masih banyak anak-anak di Indonesia yang belum dapat bersekolah. Ada banyak alasannya, pertama itu ialah tidak ada nya kemampun orang tua untuk membayar SPP anak nya. Kedua, tidak ada nya sekolah yang didirikan pemerintah di dekat permukiman warga-warga. Contoh nya di daerah Papua pedalaman, anak-anak harus menempuh perjalanan yang amat jauh untuk mencapai tempat mereka belajar. Alasan yang lain yaitu akhir-akhir ini banyak sekali kasus penggusuran sekolah yang dilakukan oknum-oknum tertentu. Hal ini menyebablkan siswa-siswi yang bersekolah di sekolah yang digusur itu kehilangan tempat mereka menuntut ilmu

            Namun pemerintah sudah berupaya untuk menyekolahkan atau mendidik anak-anak yang ingin bersekolah dengan cara mengalokasikan uang pemerintah untuk mensubsidi biaya sekolah. Beberapa tahun lalu ada program yang bernama Bantuan Operasional Sekolah (BOS). BOS sangat membantu orang tua siswa pada umumnya karena dengan kehadiran program ini membuat orang tua siswa tidak sama sekali membayar sepeser uang pun ke sekolah tempat anak nya menimba ilmu. Walaupun masih banyak juga sekolah negeri yang mewajibkan orang tua siswa membayar uang SPP.


            Semoga selanjutnya pemerintah dapat menyekolahkan seluruh anak-anak di Indonesia yang pada seusia nya dapat menimba ilmu dan mendapat pendidikan dari guru-guru yang berada di sekolah. Sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju karena mutu pendidikan dari bangsa ini tinggi. Dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang mampu berbicara dan melakukan banyak hal positif di Dunia. Amin  

Jumat, 01 Mei 2015

Cerpen UTS (Muhammad Yasser Rifai) (1113046000007)



Sehelai Daun Singkong
Sudah sekitar dua jam aku dan empat orang sahabat ku menghabiskan waktu dengan sekedar berbincang, bersenda gurau, dan berbicara santai di kamar ku yang memang biasa menjadi tempat berkumpul aku dan sahabat-sahabat ku yang lain. Sudah tak terhitung lagi sudah berapa kali kami menghabiskan waktu di kamar ku yang tak terlalu besar ini tapi cukup menampung lima orang sahabat yang dipertemukan pada saat kami kelas 2 SMA. Kemana-mana pun kita tak pernah terpisah. Kami sering di panggil sebagai geng Sehelai Daun Singkong oleh teman-teman kami karena kami berlima selalu bersama-sama melakukan apapun dan kemanapun seperti hal nya dengan daun singkong yang memiliki lima jari di tiap helai nya.
            Yang pertama Dio, dia merupakan sosok yang supel, suka sekali mengajak kita pergi ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Dio juga hobi berolahraga. Terlebih lagi dengan bola basket. Tak jarang teman-teman perempuan di SMA kami suka dengan kharisma yang dia miliki.  Dia juga memiliki wajah yang bisa di bilang cukup tampan.
            Yang kedua itu Endang. Sebenarnya nama panjang dia adalah Refandi Armanda. Mungkin banyak orang ketika baru mengenal dia bingung kenapa dia bisa di panggil Endang. Sebenarnya, Endang itu merupakan nama orang tua laki-laki dari dia. Dia sudah dipanggil Endang dari saat dia masih SMP oleh teman-teman sekolah nya. Endang dikenal oleh orang-orang sebagai lelaki yang playboy. Tidak jarang dia mengenali ke kami teman dekat perempuan nya yang berbeda tiap bulan. Tetapi sebenarnya Ia hanya cinta pada satu orang teman kami bernama Meta. Namun Meta selalu menolak cinta Endang ketika dia mencoba menawarkan dirinya untuk menjadi kekasih Meta.
            Lalu ada Fajar, sahabat kami yang paling kurus di antara kami ini merupakan teman kami yang sangat suka bermain futsal. Tak jarang dia terpilih menjadi Player of the Cup di tiap turnamen yang dia ikuti bersama tim futsal sekolah kami.  Fajar merupakan sahabat kami yang paling rajin diantara yang lainnya.
            Selanjutnya Sofyan, dia merupakan orang yang memiliki badan terbesar di antara kami semua. Tak jarang juga ia mendapatkan celaan bercanda dari kami yang menyinggung berat badannya yang sedikit over itu. Dia merupakan sahabat yang paling royal diantara kita. Sering sekali dia meneraktir kami makan di suatu tempat.
            Dan yang terakhir itu aku. Aku bernama panjang Husni Faktullah. Namun orang-orang biasa memanggil nama ku dengan nama Acing. Jangan tanyakan kenapa banyak orang yang memanggil aku Acing. Karena aku pun sendiri tak tahu jawaban pasti nya itu apa. Aku mempunyai hobi yang sama dengan Dio yaitu berolahraga basket. Kami pun menjadi rekan setim basket di sekolah kami. Namun kami menjadi musuh ketika kita sedang mengikuti kejuaraan yang membawa nama klub basket kami masing-masing. Tapi hal ini tidak pernah memecah kami. Karena kami tahu hal-hal yang ada di lapangan tak harus di bawa keluar lapangan.
“Eh, apakah kalian tidak bosan? Kita sudah lama sekali disini. Bagaimana kalo kita pergi?” tanya Dio sembaring memantulkan bola basket ke tembok kamarku.
“Iya aku bosan. Aku setuju dengan Dio!” jawab aku.
 “Kemana?” si Fajar bertanya.
“Sudah, kalian ikut aku saja. Aku mempunyai rekomendasi tempat kita hang out di daerah Tendean.” jawab Dio
“Berangkat!” ucap Sofyan dengan semangat.
Sesampainya disana kami langsung memesan makanan masing-masing. Malam itu tempat makan yang sedang kami singgahi itu cukup ramai dengan pembeli nya. Membuat kami harus mengencangkan sedikit suara kami jika ingin suara kami terdengar satu sama lain.
“Eh, Aku sedih deh!” ucap Endang yang membuat kami serius mendengarkan apa yang ia katakana
“Kenapa ndang? Metatidak membalas sms kamu lagi? Bukannya sudah biasa? Kamu tak harus bersedih lah!” jawab aku sambil meledeki si Endang.
“Bukan cing bukan seperti itu. Sekarang kita sudah kelas 3 SMA. Berarti sebentar lagi kita lulus dan berarti kita nanti pasti bakal sibuk dengan kuliah masing-masing. Kita bakal jarang kumpul-kumpul seperti ini lagi.”
 “Jangan berlebihan lah kamu Endang. Kita kan masih bisa berkumpul seperti ini lagi ketika hari minggu.” bantah Fajar tak setuju dengan ucapan Endang.
“Eh jar, tapi aku setuju dengan kata-kata si Endang. Kita pasti akan jarang ngumpul kaya seperti ini lagi. Setau aku, tugas-tugas yang dikasih dosen ketika kuliah itu pasti akan menyita banyak waktu kita untuk santai, tidak seperti pada saat kita SMA. Pasti akan berbeda banget deh. Aku tidak yakin kalo kita bakal bisa berkumpul sesering ini lagi.” Ucap Sofyan.
Tak lama kemudian makanan yang telah kami pesan telah datang. Hal ini memberhentikan sejenak obrolan kami. Tetapi kami tetap melanjutkan obrolan kami sambil menyantap makanan yang telah kami pesan.
“Oh seperti itu ya? Aku jadi ikut sedih mendengarnya.” ucap aku sambil memotong roti bakar yang aku pesan.
“Aku punya rencana! bagaimana jika setelah kita UN kita pergi ke tempat yang jauh? Ya hitung-hitung sebagai perpisahan kecil sebelum kita kuliah di tempat yang berbeda” ujar Dio menawarkan ide nya.
“Ide yang bagus io! Tapi kemanakah kita harus pergi?” tanya Fajar
“Bagaimana kalo kita ke Bali? Masih ada waktu 7 bulan sebelum kita UN, aku rasa cukup untuk kita mengumpulkan duit dulu sebisa kita. Namun ketika duit kita masih kurang, kita minta tambahan duit ke orang tua kita. Gimana? Setuju?”
“Aku sih setuju, bagaimana dengan yang lain? Tanya aku sambil mengangguk-anggukan kepala.
“Sudah, tidak ada yang boleh tidak setuju. Semua harus setuju!” jawab Sofyan sambil menghabiskan suapan terakhir dari makanan yang dia pesan
Ujian Nasional pun akhirnya kita lewati. Dan hari keberangkatan kita menuju Bali pun semakin dekat. Sudah tak ada yang sabar lagi dengan kepergian kami bersama-sama menuju Bali. Kami terlihat antusias dan dipikiran kami tiap hari hanya ada Bali, Bali dan Bali.
            Dan akhirnya, hari keberangkatan kita ke Bali pun datang. Semua bersemangat menjalani hari ini. Dan berangkat lah kami menuju Bali menggunakan pesawat yang tiketnya sudah kami pesan dari empat bulan yang lalu.
            Sesampai nya disana kami pun beristirahat di hotel yang sudah kami pesan. Hotel bintang tiga. Tidak masalah kelas berapa hotel yang kami tempati. Selama kami lalui bersama-sama semua pasti akan terasa menyenangkan.
            Keesokan hari nya kami menuju destinasi pertama kami yaitu pantai yang sudah terkenal hingga keluar negeri. Yang dibuktikan dengan banyak nya turis asing yang menikmati indah nya pantai ini.
            Setelah dari pantai kami menuju ke toko pakaian yang sudah amat terkenal yang hanya ada di Bali yaitu Jogger. Di sepanjang perjalanan kami dari pantai ke toko pakaian Jogger kami melihat pura kecil yang di atas nya terdapat sesajen. Sesampai nya di Jogger kami membeli oleh-oleh pakaian untuk keluarga kami masing-masing.
            Keesokan hari nya kami menuju ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) untuk menonton tarian tradisi masyarakat Bali. Kami menonton beberapa macam tarian Bali diantara nya yaitu Tari Barong Tari Kecak, Tari Belibis dan tari yang lainnya.
“Teman, Tarian-tarian yang kita tonton tadi menurut ku keren banget deh. Tapi yang paling menarik perhatian aku itu tari Barong. Ada yang tau gak sih filosofi dari tari barong itu?” tanya Sofyan
“Iya emang menurut aku juga tari barong itu yang paling keren. Seperti ini sof ceritanya, tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya. Gitu sof.” ucap Fajar menanggapi pertanyan Sofyan.
“Wow, kok kamu tau jar? Keren banget!” tanya Endang dengan kagum terhadap Fajar.
“Iya dong. Siapa dulu? Fajar!” ucap Fajar sambil menyomombongkan diri. Dan kami semua pun tertawa karena candaan kesombongan yang dia buat.
Tibalah akhirnya hari terakhir kita berada di Bali. Sebelum menuju bandara kita menyempatkan diri untuk ke Pantai Kuta untuk hanya sekedar menikmati pantai dan membuat dokumentasi dengan foto maupun dengan rekaman video.
            Pada akhirnya, sampai lah kami di Jakarta pukul 08.00 malam. Dan langsung saja kami menuju kerumah aku untuk istirahat sejenak. Ketika sampai dirumah ku, kami pun beristirahat di kamar ku.
“Guys, makasih ya. Luar biasa! Aku seneng banget sudah bisa pergi ke Bali bareng kalian. Seru banget. Emang kalian tak ada matinya deh! Aku beruntung bisa bersahabat sama kalian semua.” kata ku.
“Iya aku juga seneng banget, tapi disamping kesenangan aku ada kesedihnya juga nih. Kalo kita udah ke Bali bareng berarti ini menandakan kita sebentarr lagi bakal pisah. Tak akan lagi kita setiap hari menghabiskan waktu bersama. Di depan sudah ada perguruan tinggi yang menunggu kita. Setelah ini pasti kita semua punya kesibukan masing-masing. Dan akan susah banget mengatur jadwal kita untuk ketemu walaupun hanya 3 bulan sekali.” Ucap sofy sambil mengusap air mata yang sedikit keluar dari mata nya.
“Yah jangan ngomong seperti tu dong Sof, pokoknya aku tak mau tahu ya! Tiap 3 bulan sekali kita harus ketemu bagaimanapun caranya.” Paksa Dio kepada kami.
“Deal!” ucap aku, Sofyan dan Endang berbarengan.
Sekarang kami sudah memasuki perguruan tinggi yang kami inginkan masing masing. Aku sekarang kuliah di UIN Jakarta dan  mengambil jurusan Ekonomi Syariah. Dio, sekarang dia sedang sibuk menjadi ketua Himpunan Mahsiswa Jurusan Sosiologi UNJ. Sofyan berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Universitas Indonesia jurusan Vokasi. Fajar menjadi mahasiswa Institut Pertanian Bogor di jurusan Kesehatan Masyarakat. Dan Endang sekarang dia kuliah di Universitas Trisakti Mengambil jurusan perminyakan.
Sampai sekarang kami masih rutin mengadakan pertemuan tiap 3 bulan sekali di berbeda-beda tempat dan kami juga masih sering berbincang satu sama lain dengan group chat di Whatssap. Persahabatan kami tidak akan pudar walaupun kami harus berpisah pada saat masuk perguruan tinggi. Kami selalu yaki bahwa tidak ada yang bisa meisahkan kita sebagai sahabat kecuali waktu.

-Selesai-

Kamis, 09 April 2015

Taman Komplek BPP Sukapura

Muhammad Yasser Rifai
1113046000007
Deskripsi berbagai kejadian dalam waktu yang lama

           Disaat saya sedang melakukan aktifitas lari pagi mengelilingi komplek pada hari minggu sekitar jam setengah 7 pagi, saya berhenti istirahat di taman komplek perumahan dimana saya tinggal yang letaknya berada di tengah komplek. Saya duduk di ujung kanan taman sendiri. Sembaring saya meminum air yang saya bawa dari rumah, saya melihat seorang bapak tua sedang menyiapkan pengeras suara yang dia keluarkan dari kantor RW 08. Salon yang terlihat cukup berat ini dia gotong sendiri dari kantor RW menuju taman yang jarak nya sekitar 20 meter. Pengeras suara yang dia bawa ini berwarna hitam dengan banyak sekali tombol di bagian atas nya dan memiliki bass yang lumayan besar di bagian badannya. Sepertinya pagi ini akan dilakukan senam yang rutin di lakukan seminggu sekali oleh warga RW 08 di taman ini.
            Terlihat juga segerombolan anak kecil yang berjumlah 6 orang sedang mengayuh dengan semangat sepeda mereka masing-masing menuju pintu masuk taman. Kelihatannya mereka akan bermain sepeda di taman ini sampai nanti mereka di suruh pulang oleh orang tua nya.  Tampak mereka begitu ceria memainkan sepeda nya kesana kemari saling mengejar satu sama lain dengan sepeda yang mereka kayuh dengan kencang. Ketika saya melihat ke pintu masuk lagi, ada pula sekelompok anak-anak yang lain berjumlah 4 orang baru saja melewati pintu masuk tanaman ini. Langsung saja mereka lari ke tempat bermain khusus anak-anak di taman itu yang terletak di bagian paling belakang tanaman, Dua orang dari mereka langsung menuju ke tempat jungkat-jungkit yang berwarna kuning terang dengan panjang sekitar 4 meter yang dilengkapi dengan per di tiap sisi bawah tempat duduk jungkat-jungkit itu. Dan dua dari mereka yang lain menuju ke permainan ayunan yang letak nya berdekatan dengan jungkat-jungkit tadi. Ayunan yang mereka mainkan di cat berwarna hijau daun di bagian penopang nya dan berwana merah muda di bagian tempat duduk yang bisa di ayunkan untuk anak yang bermain disitu.
            Seperti biasa nya, cuaca pagi ini sangat adem dan cerah, sangat mendukung untuk orang-orang untuk berolahraga pagi. Bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah berpakaian untuk senam pun satu persatu datang ke taman RW ini. Kedatangan mereka di iringi dengan musik kroncong yang terdengar dengan amat keras dari pengeras suara.
            Agaknya pagi ini peserta senam cukup banyak. Sekitar 30 orang sudah berkumpul di taman ini untuk melakukan aktifitas senam pagi. Tak beberapa lama kemudian, instruktur senam pun datang dengan pakaian serba ketat nya ke taman. Langsung saja peserta senam membuat barisan dari utara menuju selatan. Tiap barisan diisi sekitar 7 orang  dengan tidak ada ketentuan laki-laki dan perempuan harus memisah di barisan, semua nya boleh campur di tiap barisan.
            Setelah semua berada di barisannya masing masing, instrukur senam langsung saja menyetel lagu bergenre pop yang berirama tidak lambat dan tidak cepat untuk mengiringi pemanasan peserta senam. Setelah sekitar 10 menit waktu berjalan, selesai lah mereka melakukan sesi pemanasan, dan terlihat sang instruktur terlihat sibuk mencari kaset yang akan digunakan untuk sesi inti senam. Tak lama kemudian terdengarlah lagu dangdut house music yang menandakan bahwa sesi inti senam akan segera dimulai.

            Air minum saya sudah habis, bersegeralah aku menuju warung yang berada lumayan jauh dari taman untuk membeli minum. Setelah saya kembali ke taman, lagu yang terdengar sudah bukan lagi lagu dangdut house music tetapi sekarang lagu yang bertempo sangat lambat dan gerakan yang di lakukan oleh instruktur senam dan peserta senam menunjukan kalau mereka sedang melakukan pendinginan. Sekarang saya duduk di pinggiran taman. Tak lama setelah saya duduk, wangi yang sangat sedap menusuk hidung ku, lalu menengok lah aku ke sekeliling taman, ternyata wangi ini tercium dari baskom besar yang berisi bubur kacang hijau hangat yang dikeluarkan oleh seorang ibu-ibu dari rumah nya yang berada di seberang taman. Wangi yang keluar dari baskom itu membuat saya sangat ingin mencicipi nya.
            Setelah semua selesai menyantap bubur kacang hijau, berpisahlah orang-orang menuju rumah mereka masing-masing dan segerombolan anak kecil yang tadi saya lihat sudah tidak ada di taman. Mereka sudah pulang lebih dulu dari pada orang-orang yang senam. 
            Setelah shalat ashar, ayah ku menyuruh ku mengambil laptop nya yang tertinggal di kantor RW. Bersegerahlah aku ke sana berjalan kaki karena letak taman itu hanya sekitar 400 meter dari rumah ku. Jarak yang tidak terlalu jauh untuk di tempuh dengan berjalan kaki. Sesampai nya aku di kantor RW langsung lah saya pulang dan melewati taman komplek. Saya duduk di pinggir taman dengan tujuan menikmati udara yang sejuk pada sore hari. Keadaan taman pada sore hari tampak lebih ramai dibandingkan dengan taman pada pagi hari. Terdengar suara teriakan anak-anak yang sedang bermain benteng di taman tersebut. Terlihat juga 6 orang pemuda sedang bermain basket dengan kostum yang lengkap di taman itu. Di luar taman, terlihat sejumlah pedagang melayani pembeli mereka. Tukang somay sibuk memotong somay yang akan di sediakan untuk beberapa pembeli nya. Pembeli mie ayam terlihat lebih banyak dari pada pembeli dagangan tukang yang lainnya. Ada pun beberapa anak kecil yang sedang menunggu air yang sedang di tuangkan ke gelas oleh pedagang es cendol.  Ketika aku mengalihkan pandangan ku, terlihat beberapa baby sitter sedang berusaha menyuapi makanan ke anak balita yang sedang berlari-larian di taman. Di tempat bermain anak-anak, ada banyak sekali anak-anak yang mengantri untuk dapat memainkan permainan yang ada di taman. Lebih banyak anak-anak pada sore hari ini dibanding di pagi hari tadi. 

            Adzan isya pun berkumandang, lekaslah saya menuju masjid komplek. Sepulangnya saya dari masjid saya melewati kembali taman komplek. Suasana di taman komplek pada malam hari terlihat sepi, hanya beberapa kelompok anak muda sedang asik mengobrol dengan posisi melingkar dan terdapat satu rokok yang mereka jepit dengan kedua jari mereka masing-masing. Hanya tertawa merekalah yang menciptakan suara dari taman komplek ini. Begitu sepi nya taman komplek pada malam hari. 

Fajar di Taman Metropolitan

Muhammad Yasser Rifai
1113046000007
Deskripsi Menurut Spasi dan Waktu


Pagi itu  seberkas sinar menelusup dari balik jendela kamar kecilku. Bunyi alarm menyadarkanku dari bunga tidur yang menerbagkan ke alam bawah sadarku. Pukul 5 tepat. Aku tertawa menyadari bahwa hari ini adalah hari Minggu. Mungkin terlalu dini untuk bangun di hari libur yang biasa aku gunakan untuk hari bermalas malasan. Sejenak aku berfikir,mungkin tidak ada salahnya sesekali berolahraga di hari libur. Kebetulan 100 meter dari rumahku terdapat taman kecil yang biasa digunakan jogging oleh masyarakat sekitar.
Aku mulai berlari kecil menyusuri jalan. Nampaknya sang fajar masih dalam peraduannya,belum menampakkan secercah sinar saat aku memulai perjalanan. Sesekali kuseka keringat yang turun menyusuri dahiku. Disepanjang jalan terlihat rentetan rumah gedong dengan berbagai tipe arsitektur masa kini. Pohon-pohon berjajar rapi disetiap taman depan rumah siap menyambut siapapun yang ingin bertamu kedalamnya. Kupercepat langkah kakiku agar cepat sampai ke taman tempat tujuanku. Setelah 10 menit kira-kira menemouh perjalanan akhirnya aku sampai di taman komplek rumahku. Nampaknya banyak warga yang sepikiran denganku untuk mengawali akhir pecan mereka dengan berolahraga. Taman ini didominasi oleh kaum bermata sipit yang tidak asing bagiku.
Banyak orang sibuk dengan  kegiatan mebugarkan diri di taman ini. Terlihat dari beberapa orang yang mencoba keahlian pull up mereka disebilah besi yang memang di rancang khusus untuk  itu. Ada juga yang bermain bulutagkis,basket,atau hanya membakar lemak dengan berlari dilengkapi dengan headset yang menmpel pada kedua telinga mereka untuk  menambah gelora semangat dalam berolahraga. Tak jarang juga terlihat orang tua yang membawa anak mereka untuk berolahraga atau hanya sekedar bermain di taman bermain kecil yang disediakan untuk anak-anak dibawah umur untuk menghibur  mereka disaat para orang tua berolahraga. Aku berniat mencoba  salah satu alat olah raga untuk mulai membakar lemak. Air walker lah alat yang akhirnya aku pilih. Aku mulai mengayun gagang penggeraknya dan larut dalam peluh yang mulai membasahi tubuhku. Banyak orang disampingku yang juga memainkan alat olahraga untuk membugarkan diri. Alat-alat fitness di taman tersebut tergolong lengkap,diantaranya : Smith, Chest Press, Lat Pull Down, Dipping dan Air Walker yang sedang aku pergunakan saat ini. Setelah satu jam berlalu aku berhasil mencoba satu persatu alat yang tersedia didalam taman tersebut dan mulai merasa lelah. Jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh. Aku memutuskan  untuk berjalan pulang untuk mengakhiri kegiatanku pada pagi itu.
Pagi ini aku merasa sangat bugar,setelah 5 hari dihabiskan dengan hanya bekerja dan menghabiskan hari didepan computer hari ini aku melepaskan semua kepenatan walaupun hanya beberapa jam namun semua terasa terbayarkan. Mungkin taka ada salahnya mencoba rutin berolahraga seminggu sekali di taman ini. Mungkin bagi semua pekerja kantoran sepertiku yang menghabiskan dari pukul 8 pagi hingga 4 sore didalam ruangan yang sempit dan tidak tersinari matahari hal ini sangat disarankan untuk menyegarkan diri dari semua kesibukan yang tak pernah ada habisnya.



Ruang Kelas 3.6.22 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta

Muhammad Yasser Rifai
1113046000007
Deskripsi Ruangan

Pagi itu, sampailah aku di kampus tempat menuntut ilmu ku saat ini. Segera aku memakirkan motor ku di parkiran seberang kantin yang sudah ramai motor terparkir di dalam nya. Langsung saja aku bergegas menuju kelas ku yang saat ini sedang berlangsung kegiatan belajar.
Sampai didepan pintu kelas 3.6.22 yang berwarna coklat yang sudah sedikit luntur warnanya, aku melihat kedalam lewat kaca yang terdapat di bagian atas pintu kelas itu untuk mengetahui ada dimana kah dosen yang mengajar dikelas itu. Tak lama kemudian aku mengetuk pintu dan masuk lah aku kedalam kelas ku. Lalu aku berjalan menuju dosen yang sedang membaca buku pedoman dia untuk mengajar di bangku khusus dosen yang berwarna coklat tua, memiliki sandaran yang empuk dan ada empat roda di bawahnya yang membuat bangku itu mudah di geser kesana kemari. Di dalam aku melihat teman-teman sedang menyalin tulisan yang ada di papan tulis yang berwarna putih dan dilapisi kaca yang berada di depan kelas ku. Lalu aku bergegas duduk di bangku yang berada di bagian belakang kelas. Banyak sekali coretan di bangku yang aku duduki. Terdapat tulisan nama seseorang disana yang aku pun tak tahu siapa dia. Ada juga gambar robot yang digambar memakai tipe x. Pendingin ruangan yang biasa nya mengeluarkan udara dingin sekarang sedang mati membuat  kami semua yang berada di dalem kelas merasa gerah. Dua jendela yang sudah terbuka pun tidak membuat kami merasa adem karena tak ada angin yang berhembus melewati jendela tersebut.
Lalu bergegas lah aku mengeluarkan buku tulis ku untuk mencatat apa yang tertulis di papan tulis. Tak lama kemudian teman ku menarik gulungan berwarna putih yang terdapat garis hitam di sekelilingnya. Gulungan itu terletak sekitar 50 cm dari bagian atas papan tulis, mempunyai panjang 1.5 m dan lebar 1 m. Setelah gulungan itu selesai ditarik, ia menyalahkan LCD yang bergelantung di langit-langit kelas. Lalu munculah power point yang bersumber dari sebuah laptop yang bermerk Sony VAIO berwarna biru milik teman ku di gulungan yang berwarna putih tadi.
Sebelum kelas selesai, bapak dosen menyuruh mahasiswa mengumpulkan tugas yang telah ia berikan satu minggu yang lalu. Satu persatu mahasiswa bergantian menaruh tugas mereka di meja dosen yang lumayan besar. Meja yang terletak di pojok depan ini sama sekali tidak ada coretan, sangat  bersih dan rapih, sangat berbeda dengan bangku yang aku duduki selama mata kuliah tadi. Dan kami pun boleh meninggalkan kelas tersebut. Lega rasa nya bisa meninggalkan kelas yang panas itu.